Upacara Bendera Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 di PKTJ Tegal

Upacara Bendera Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 di PKTJ Tegal
     
Segenap Civitas Akademika Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan yang dilaksanakan di Lapangan Garuda Kampus 1 Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan mulai pukul 08.00 WIB. Melalui Peringatan Hari Pahlawan diharapkan kita akan lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan. Sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers kita, Bung Karno yang menyatakan bahwa “… hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar …”. Dalam upacara tersebut dibacakan beberapa Pesan-Pesan Perjuangan atau Kata Mutiara dari Para Pahlawan Nasional yang patut kita resapi dan teladani:
1. Pesan Pahlawan Nasional Nyi Ageng Serang
“Untuk keamanan dan kesantausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya.”
(Disampaikan Nyi Ageng Serang sewaktu mendengarkan keluhan keprihatinan para pengikut/rakyat akibat perlakuan kaum penjajah)
2. Pesan Pahlawan Nasional Jenderal Sudirman
 “Tempat saya yang terbaik adalah ditengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus.”
(Disampaikan pada jam-jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta. Dimana pada saat itu Jenderal Sudirman dalam keadaan sakit. Pernyataan tersebut sebagai jawaban Jenderal Sudirman, atas nasehat Presiden yang meminta Beliau untuk tetap tinggal di kota untuk dirawat sakitnya)
3. Pesan Pahlawan Nasional Prof. DR. R Soeharso
“Right or Wrong my country, lebih-lebih kalau kita tahu, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya.”
(Pernyataan tersebut merupakan gambaran Beliau sebagai seorang Nasionalis dan Patriotis).
4. Pesan Pahlawan Nasional Prof. Moh. Yamin, S.H
” Cita-cuta persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah Bangsa kita sendiri.”
(Disampaikan pada Kongres II di Jakarta tanggal 27 – 28 Oktober 1928 yang dihadiri oleh berbagai Perkumpulan Pemuda dan Pelajar. Dimana Beliau menjabat sebagai Sekretaris)
5. Peran Pahlawan Nasional Supriyadi
“Kita yang berjuang sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi.”
(Disampaikan pada saat Supriyadi memimpin pertemuan rahasia yang dihadiri beberapa anggota Peta untuk melakukan pemberontakan melawan Pemerintah Jepang)
6. Pesan Pahlawan Nasional Teuku Nyak Arif
“Indonesia merdeka haris menjadi tujuan hidup kita bersama”
(Disampaikan pada pidato bulan Maret 1945, dimana Teuku Nyak Arif menjadi Wakil Ketua DPR seluruh Sumatera)
7. Pesan Pahlawan Nasional Abdul Muis
“Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang.”
(Disampaikan Abdul Muis ketika melakukan kunjungan ke Sulawesi sebagai anggota Volksraad dan sebagai wakil SI. Pernyataan tersebut berasal dari pengalamannya di luar negeri yang disampaikan kepada Pemuda di Sulawesi)
8. Pesan Pahlawan Nasional Pangeran Sambernyowo/KGPAA Mankunegoro I
– Rumongso melu handarbeni (merasa ikut memiliki)
– Wajib melu hangrungbeni (wajib ikut mempertahankan)
– Mulat sario hangroso wani (mawas diri dan berani bertanggungjawab)
(Pernyataan tersebut merupakan prinsip Tri Dharma yang dikembangkan oleh Mangkunegoro I)
9. Pesan Pahlawan Nasional Pattimura
“Pattimura-pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelas Pattimura-pattimura muda akan bangkit.”
(Disampaikan pada saat Beliau akan digamtung di Kota Ambon, tanggal 16 Desember 1817)
10. Pesan Pahlawan Nasional Silas Papare
“Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku.”
(Disampaikan pada saat memperjuangkan Irian Barat/Papua agar terlepas dari belenggu kolonialisme Belanda dan kembali bergabung dengan NKRI)
11. Pesan Pahlawan Nasional Bung Tomo
“Jangan memperbanyak lawan, tapi perbanyaklah kawan.”
(Pidato Bung Tomo melalui Radio Pemberontakan)
“Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga.”
(Pidato Bung Tomo di radio pada saat pertempuran menghadapi Inggris di Surabaya bulan November 1945)
12. Pesan Pahlawan Nasional Gubernur Suryo
“Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur daripada dijajah kembali”
(Pidato Gubernur Suryo di radio menjelang pertempuran 10 November 1945)
13. Pesan Pahlawan Nasional Ir. Soekarno
“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”
(Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961)
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.”
(Pidato HUT Proklamasi 1963)
“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”
“Jangan sekali-kali Meninggalkan Sejarah.”
14. Pesan Pahlawan Nasional Moh. Hatta
“Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita.”
“Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengarapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ii, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa. merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi.”
15. Pesan Pahlawan Nasional R.A. Kartini
“Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata “Aku tidak dapat” melenyapkan rasa berani. Kalimat “Aku mau!” membuat kita mudah mendaki puncak gunung.”
16. Pesan Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara
Ing Ngarsa Sung Tulado (Di depan memberi contoh)
Ing Madya Mangun Karsa (Di tengah memberi semangat)
Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan)
(Semboyan yang diajarkan saat Ki Hajar Dewantara merintis Taman Siswa yang didirikan pada Tahun 1922 dan hingga kini masih dipakai dalam dunia pendidikan)
17. Pesan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai
“Kami sanggup dan berjanji bertempur terus hingga cita-cita tercapai”
(Surat I Gusti Ngurah Rai kepada Letnan Kolonel Termeulen, seperti tersalin dalam Bali Berjuang)
Demikian pesan-pesan dari para Pahlawan Nasional, dan masih banyak lagi lainnya. Semoga dengan Peringatan Hari Pahlawan ini senantiasa membangkitkan semangat kita untuk terus berjuang, berkreasi, berinovasi dalam membangun Negeri.
Selamat jalan Pahlawanku
Jasamu selalu kukenang
Untuk Jaya Indonesiaku
Kuakan terus berjuang
      
      

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Phone: (0283) 351061
Fax: (0283) 358965
Jl. Abdul Syukur No.17, Kota Tegal
Jl. Semeru No.3, Kota Tegal
Style switcher RESET
Body styles
Color settings
Link color
Menu color
User color
Background pattern
Background image
id Indonesian
X